IACHR: Meksiko Masih Alami Krisis Kekerasan Serius

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 03 Maret 2016, 14:38 WIB
IACHR: Meksiko Masih Alami Krisis Kekerasan Serius
ilustrasi/net
Kecil Besar
rmol news logo Meksiko dinilai masih menderita krisis serius terkait dengan kekerasan di dalam negeri. Meksiko masih dinilai belum berhasil menangani kejahatan, termasuk penyiksaan, penculikan serta pembunuhan.

Dalam laporan tervbaru, Komisi HAM Inter-Amerika (IACHR), sepanjang tahun 2015 kemarin ada sekitar 27 ribu daftar orang hilang di Meksiko. Selain itu juga masih ada sejumlah penyalahgunaan kekuasaan oleh polisi dan angkatan bersenjata dalam memerangi geng narkoba di negara tersebut.

Sedangkan ada lebih dari 120 ribu orang yang tewas terkait dengan kekerasan akibat geng narkoba di Meksiko sejak tahun 2006 lalu.

Namun demikian, masih dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa Meksiko telah membuat kemajuan dalam reformasi peradilan.

Presiden Meksiko Enrique Peña Nieto telah berjanji untuk mengatasi kegagalan yang lama dari sistem peradilan Meksiko. Namun demikian IACHR menyebut bahwa sejaun ini respon negara masih belum cukup dalam menangani krisis kekerasan dan impunitas yang serius.

"Sayangnya, ada kesenjangan antara apa yang dikatakan hukum dan realitas. Seseorang perlu mengambil tanggung jawab untuk mengubah praktik," kata komisaris IACHR James Cavallaro seperti dimuat The Guardian (Kamis, 3/3).

Pemerintah Meksiko sendiri mengecam laporan IACHR itu dan menyebut bahwa laporan tidak mencerminkan situasi umum saat ini.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah Meksiko membantah ada krisis HAM di Meksiko dan menilai bahwa temuan IACHR tidak objektif. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA