Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi sendiri dijadwalkan akan merilis anggaran belanja negara pada hari ini (Senin, 29/2).
Modi diketahui saat ini tengah menghadapi tekanan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negeri Bollywood. Pasalnya, selain China, India dipandang sebagai titik terang dalam ekonmi global.
Namun India beberapa waktu terakhir telah terpukul oleh perlambatan permintaan global serta kekeringan parah yang mempengaruhi daerah pedesaan.
Kritikus ekonmi dari Fidelity Investments, Medha Samant kepada BBC menyebut bahwa India saat ini memerlukan keseimbangan antara stimulus fiskal dan reformasi.
"Kami mengharapkan roadmap yang jelas untuk reformasi kebijakan dan niat ekonomi," sambungya.
Sejak berkuasa pada 2014 lalu, Modi telah berjanji untuk meningkatkan iklim usaha dan investor di negara-negara bagian dengan reformasi pajak dan proyek-proyek infrastruktur besar tersebut.
Namun kebijakan Modi itu telah dikritik terutama oleh oposisi karena dinilai terlalu ramah pada bisnis dan mengorbankan pengeluaran serta kesejahteraan proyek-proyek sosial.
India juga beberapa waktu terakhir menghadapi masalah kekeringan parah di sejumlah daerah pedesaan.
[mel]
BERITA TERKAIT: