"(Penarikan duta besar) untuk melakukan konsultasi dan menjaga hubungan persahabatan antara negara dan bangsa Yunani dan Austria," begitu keterangan dari Kementerian Luar Negeri Yunani seperti dimuat
Press TV.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Austria menyebut bahwa kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk menginformasikan kepada Yunani soal situasi yang dihadapi Austria terkait dengan rute pengungsi.
Austria diketahui telah memperkenalkan kebijakan penyumbatan harian terkait dengan aplikasi pencari suaka.
Awal pekan ini, pemerintah Austria mengadakan pertemuan dengan negara-negara Balkan terkait upaya untuk mencegah peningkatan pengungsi. Namun Austria memiliki untuk tidak mengundang Yunani yang merupakan negara pertama tempat para pengungsi biasaya mendarat sebelum akhirnya menuju daratan Eropa lainnya.
Pertemuan yang dilakukan Austria dan negara-negara Balkan ditujukkan untuk membahas soal langkah lanjutan terkait dengan pembatasan entri pengungsi.
Pembatasan akan berarti bahwa banyak pengungsi harus tetap terdampar di Yunani, di mana mereka biasanya tiba dengan perahu dari kawasan Timur Tengah.
Sedangkan Yunani sendiri saat ini masih bergelut dengan krisis ekonomi yang akut. Yunani mengeluh tentang besarnya jumlah pengungsi yang masuk ke negara itu. Tapi di sisi lain Yunani tidak bisa berbuat apa-apa dengan pembatasan masuknya pengungsi negara-negara Eropa lainnya yang menyebabkan penumpukan pengungsi di Yunani.
Selain itu pemerintah Yunani juga tidak senang dengan kegagalan anggota Uni Eropa untuk berbagi beban pengungsi.
[mel]
BERITA TERKAIT: