Begitu kata juru bicara koalisi pimpinan Amerika Serikat yang menjalankan misi di Irak dan Suriah, Kolonel Steve Warren.
"Orang-orang ini menjijikan, mereka meninggalkan bom di lemari es. Mereka juga telah meletakkan bom di dalam Al-Quran. Hal itu kami temui dalam beberapa kesempatan di Ramadi (Irak)," kata Warren seperti dimuat
Press TV (Rabu, 23/2).
Warren menyebut, bahan peledak yang disimpan dalam Al-Quran sebenarnya bukan teknik baru yang digunakan ISIS. Pada Juni 2015 lalu, pasukan keamanan Irak menemukan serangkaian jebakan peledak di dalam Al-Quran di daerah Diyala Irak dalam sebuah serangan.
Ia menjelaskan bahwa kelompok ISIS saat ini tengah kalang kabut karena kehilangan sekitar 40 persen dari wilayah pendudukan serta militannya. Hal itu menyebabkan lebih banyak anak-anak yang dikerahkan ISIS untuk angkat senjata.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: