Dikabarkan
BBC (Rabu, 24/2), dalam perhitungan akhir referendum terkait revisi tersebut ditemukan bahwa sebanyak 51,5 persen warga Bolivia yang ambil bagian dalam pemungutan suara akhir pekan kemarin menolak rencana revisi konstitusi. Dengan demikian, Morales tidak bisa ikut bertarung dalam pemilihan Presiden Bolivia pada tahun 2019 mendatang.
Presiden Bolivia pertama yang datang dari kaum adat itu diketahui pertama kali menduduki kursi nomor satu di Bolivia sejak Januari 2006.
Ia kemudian terpilih lagi pada tahun 2009 dengan kemenangan telak dan kembali terpilih. Pada saat itu muncul konstitusi yang membatasi presiden untuk periode dua tahun berturut-turut.
Namun kemudian Morales bisa kembali terpilih pada pemilu 2014 untuk masa jabatan ketiga. Hal itu bisa terjadi, karena masa jabatan pertama Morales tidak masuk dalam hitungan konstitusi baru tentang pembatasan masa jabatan, karena baru berlaku pada tahun 2009.
Morales yang berupaya mencari celah untuk maju untuk periode keempat dengan cara revisi konstitusi itu terpaksa menyerah, pasalnya hasil referendum menunjukkan bahwa meski beda tipis, namun sebagian besar warga Bolivia menolak revisi konstitusi.
[mel]
BERITA TERKAIT: