Selain korban tewas, protes warga akan kuota pendidikan dan pekerjaan berdasarkan kasta itu juga menyebabkan lebih dari 200 orang lainnya terluka.
Para pengunjuk rasa yang sebagian besar berasal dari wilayah pedesaan Jat itu diketahui turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa sejak beberapa hari terakhir. Mereka memprotes program aksi afirmatif India di negara bagian Haryana. Pasalnya secara tradisional kebijakan tersebut terlihat membagi hak pendidikan dan pekerjaan berdasarkan kasta.
Sedangkan masyarakat Jat sendiri sempat ditetapkan sebagai "kasta mundur" oleh pemerintah India sejak Maret 2014 lalu. Namun pada tahun 2015, Mahkamah Agung India membatalkan keputusan itu dan mengatakan bahwa Jat bukanlah kasta mundur dan tidak berhak untuk mendapatkan kpekerjaan pemerintah serta kursi universitas yang disediakan untuk kasta mundur sebagaimana yang ditetapkan oleh konstitusi India.
Dalam aksi, para pengunjuk rasa menyebut bahwa mereka merasa dirugikan dengan keputusan Mahkamah Agung India itu dan menuntut hak yang sama dengan kasta rendah lainnya.
Mereka melakukan aksio unjuk rasa demham melakukan kekerasan dan pengerusakan sejumlah infrastruktur publik seperti bangunan, bus dan juga kendaraan polisi.
India sendiri diketahui menyiapkan sebagian kuota pekerjaan pemerintah dan kursi universitas untuk kasta yang telah menghadapi diskriminasi secara berabad-abad atau kasta yang secara ekonomi sosial dinilai kurang maju. Demikian seperti dimuat
AsiaOne.
[mel]
BERITA TERKAIT: