Begitu tudingan yang disampaikan oleh badan intelijen Amerika Serikat, US National Intelligence.
Direktur US National Intelligence James Clapper pada Selasa (9/2) menyebut bahwa Korea Utara akan mulai memperbaharui dan menghidupkan kembali fasilitas nuklir di kompleks nuklir Yongbon untuk menyertakan fasilitas pengayaan uranium dan reaktor produksi plutonium grafit-moderator yang ditutup tahun 2007.
"Kami menilai bahwa Korea Utara telah mengikuti pengumumannya untuk memperluas pengayaan di Yongbon dan memulai kembali reaktor produksi plutonium," kata Clapper seperti dimuat
Reuters.
"Kami lebih menilai bahwa Korea Utara telah mengoperasikan reaktor cukup lama sehingga bisa mulai memulihkanplutonium dari reaktor menghabiskan bahan bakar dalam hitungan minggu sampai bulan," sambungnya.
Clapper mengatakan, senjata nuklir dan program rudal Korea Utara akan terus menimbulkan ancaman serius terhadap kepentingan Amerika Serikat dan lingkungan keamanan di Asia Timur pada tahun ini.
"Korea Utara juga berkomitmen untuk mengembangkan jarak jauh, rudal bersenjata nuklir yang mampu menjadi ancaman langsung ke Amerika Serikat," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: