Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (10/2), Kantor Kejaksaan di kota Tainan mengatakan bahwa ketiga eksekutif itu adalah Lin Ming-hui, Chang Kui-an dan Cheng Chin-kui.
Ketiganya ditahan karena dinilai bertanggungjawab atas runtuhnya bangunan tersebut yang menyebabkan setidaknya 44 orang tewas dan sekitar 100 orang lainnya masih terjebak di dalam puing reruntuhan.
Dikabarkan
ABC News, perusahaan konstruksi yang membangun gedung tersebut telah mengubah namanya setelah mengalami kebangkrutan.
Gempa akhir pekan kemarin di Taiwan menyebabkan sejumlah bangunan hancur. Namun umunya hanya bangunan-bangunan berukuran kecil. Sedangkan bangunan apartemen bernama Wei Guan Golden Dragon itu merupakan satu-satunya bangunan besar yang ambruk parah akibat gempa. Hal itu memunculkan dugaan soal penyalahgunaan konstruksi bangunan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: