Protes itu muncul setelah ada keputusan dari dewan tinggi Bosnia yang mengawasi fungsi peradilan. Dewa memutuskan untuk melarang semua simbol agama digunakan di lembaga peradilan. Secara eksplisit menyebutkan juga hijab sebagai sesuatu yang dilarang.
Ribuan wanita yang mengenakan hijab pun turun ke jalanan ibukota Sarajevo sambil membawa sejumlah spanduk dan banner protes.
Dikabarkan
BBC (Senin, 8/2), insiator protes Samira Zunic Velagic mengatakan bahwa larangan tersebut merupakan serangan serius terhadap kehormatan, kepribadian dan identitas Muslim.
Larangan tersebut juga dikecam oleh para pemimpin politik serta pemimpin agama Islam di Bosnia.
Mengenakan hijab memang sesuatu yang dilarang di Bosnia, namun itu di masa lalu saat Bosnia masih dipimpin oleh penguasa komunis sampai tahun 1992 saat mendeklarasikan kemerdekaan.
Saat ini di Bosnia sendiri ada sekitar 40 persen Muslim dari 3,8 juta populasi Bosnia. Sementara yang lainnya adalah Ortodoks atau Kristen Katolik.
[mel]
BERITA TERKAIT: