Kecaman itu dikeluerkan menyusul pertemuan darurat yang digelar Dewan Keamanan PBB di New York, tak lama sertelah peluncuran.
Usai pertemuan darurat itu, Dewan Keamanan PBB juga memutuskan untuk segera mengadopsi sanksi baru bagi Korea Utara.
"Sanksi yang ada belum cukup untuk menghentikan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir," kata utusan Jepang untuk PBB, Motohide Yoshikawa seperti dimuat
BBC (Senin, 8/2).
Sementara itu utusan Amerika Serikat untuk PBB Samantha Power mengatakan bahwa PBB akan datang dengan sesuatu yang sulit karena dinilai perlu adanya langkah keras bagi Korea Utara.
Korea Utara sendiri kerap menegaskan bahwa peluncuran yang dilakukannya adalah satelir observasi bumi dan bukan roket ataupun senjata nuklir lainnya. Satelit yang diberi nama Kwangmyongsong-4 itu memiliki tujuan ilmiah. Satelit tersebut dikabarkan berhasil mengorbit kurang dari 10 menit pasca peluncuran dari Sohae Provinsi Phyongan Utara akhir pekan kemarin.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: