
Politisi Haiti menandatangani perjanjian untuk membentuk sebuah pemerintahan transisi demi menghindari kekosongan kekuasaan pasca Michel Martelly mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden pada hari ini (Minggu, 7/2).
Berdasarkan perjanjian tersebut, parlemen akan memilih seorang presiden sementara dalam jangka waktu empat bulan.
Pemilihan presiden sementara dijadwalkan akan dilakukan pada tanggal 24 April mendatang. Sedangkan pelantikannya akan dilakukan pada tanggal 14 Mei.
Perjanjian itu dibuat menyusul gagalnya pemilihan umum tahun lalu akibat masalah kekerasan dan dugaan penggelapan.
Martelly sendiri telah dilarang untuk kembali maju sebagai presiden. Ia pun memutuskan untuk mengakhiri masa jabatannya akhir pekan ini kendati belum ada pengganti.
"Kita Harus tetap waspada karena ada pihak tertentu yang tidak setuju dengan kesepakatan ini," kata Martelly seperti dimuat
BBC.
Namun demikian Perdana Menteri Paul Evans akan tetap menduduki jabatannya hingga parlemen menentkan orang pengganti.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: