"Saya berterima kasih kepada semua orang yan memungkinkan saya untuk melayani. Pada tanggal 7 Februari, saya akan meninggalkan jabatan tanpa penyesalan, iri atau apapun dan tanpa keinginan untuk tetap berkuasa," kata Martelly di ibukota Port-au-Prince pada Kamis (4/2) seperti dimuat
Press TV.
Padahal Martelly sebelumnya pernah menyebut bahwa ia tidak akan mengundurkan diri tanpa adanyanya rencana suksesi menyusul kegagalan pemilu yang terjadi di Haiti Oktober tahun lalu. Ia menyebut bahwa ia tidak ingin meninggalkan negara dalam keadaan ketidakpastian dan bersumpah untuk menemukan solusi bagi krisis politik.
Dengan demikian, batas waktu kekuasaan Martelly akan berakhir pada tanggal 7 Februari dan ia secara konstitusional dilarang ikut pemilihan ulang.
Menyusul penguman tersebut, politisi Haiti berselisih mengenai siapa yang akan memimpin pemerintahan sementara pasca Martelly mundur. Bila tidak segera diputuskan maka diperkirakan akan ada kekosongan kekuasaan di Haiti.
Sebuah misi dari Organisasi Negara Amerika berupaya untuk menengahi solusi akan hal tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: