
Sejumlah pasukan penjaga perdamaian PBB yang melakukan misi di Republik Afrika Tengah kabarnya telah melakukan pemerkosaan atau eksploitasi seksual terhadap setidaknya delapan wanita dan anak perempuan tahun lalu.
Menurut peneliti dari Human Right Watch (HRW) pada Kamis (5/2), rata-rata korban eksploitasi merupakan perempuan berusia 18 hingga 18 tahun. Mereka rata-rata dieksploitasi antara bulan Oktober dan Desember 2015 lalu.
"Di negara di mana kelompok-kelompok bersenjata secara rutin memangsa warga sipil, pasukan penjaga perdamaian harus menjadi pelindung dan bukan predator," kata peneliti HRW Hillary Margolis.
HRW menyerukan agar PBB berbuat lebih banyak untuk menyelidiki dan mengejar predator seksual dalam jajaran penjaga perdamaiannya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: