Hal itu terungkap dalam studi terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari University or Nevada-Reno dan Harvard T.H Chan School of Public Health pekan ini.
Dalam studi tersebut ditemukan bahwa secara keseluruhan, tingkat kematian yang melibatkan senjata api di Amerika Serikat 10 kali lebih tinggi daripada 22 negara berpenghasilan tinggi lainnya di dunia.
Dengan demikian, pembunuhan adalah penyebab kematian kedua terhadap orang berusia 15 hingga 24 tahun di Amerika Serikat.
"Lebih dari dua-pertiga dari kasus pembunuhan di Amerika Serikat adalah pembunuhan senjata api," kata Erin Grinshteyn, asisten profesor di University of Nevada-Reno School of Community Health Science seperti dimuat
Press TV.
Dapat disimpulkan bahwa sejauh ini tingkat pembunuhan secara keseluruhan di Amerika Serikat tujuh kali lebih tinggi daripada negara-negara maju lainnya.
Penelitian itu dilakukan berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Masih dalam penelitian yang sama ditemukan juga fakta bahwa bila dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya, tingkat bunuh diri yang melibatkan senjata api di Amerika Serikat delapan kali lebih tinggi.
David Hemenway, seorang profesor di Harvard, mengatakan bahwa tingginya tingkat bunuh diri dengan senjata api di Amerika Serikat adalah akibat ketersediaan senjata api dan bukan karena kesehatan mental.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), senjata api adalah penyebab kematian lebih dari 33.000 orang di Amerika Serikat setiap tahunnya, angka yang meliputi kasus yang disengaja, pembunuhan dan bunuh diri.
[mel]
BERITA TERKAIT: