Pengungsi Perempuan Suriah Di Lebanon rentan Eksploitasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 02 Februari 2016, 17:20 WIB
Pengungsi Perempuan Suriah Di Lebanon rentan Eksploitasi
ilustrasi/net
Kecil Besar
rmol news logo Pengetatan perbatasan dan bantuan internasional telah membuat pengungsi Suriah di Lebanon menjadi lebih rentan terhadap eksploitasi, termasuk pelecehan seksual.

Begitu kata kelompok hak asasi manusia Amnesty International dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari ini (Selasa, 2/2).

Dalam laporan itu disebutkan bahwa sekitar 70 persen dari lebih dari satu juta pengungsi Suriah di Lebanon hidup di bawah garis kemiskinan lokal.

Para pengungsi tersebut mengalami kekurangan menyusul menyusutnya dana donor dari PBB.

Selain itu, para pengungsi perempuan juga mengalami sejumlah masalah eksploitasi.

Sejumlah bentuk eksploitasi yang ditemukan Amnesty antara lain adalah para pengungsi perempuan dibayar dengan upah yang sangat minim dan bahkan menghadapi pelecehan seksual di tangan bos atau polisi.

"Mereka dibayar di bawah upah di pekerjaan atau tinggal di wilayah yang kotor dipenuhi tikus dan rumah yang bocor serta kurangnya stabilitas keuangan yang menyebabkan kesulitan besar bagi pengungsi perempuan dan mendorong orang dalam posisi memegang kuasa untuk mengambil keuntungan dari mereka," kata peneliti gender Amnesty Kathryn Ramsay.

Adanya pengetatan perbatasan di Lebanon telah membuat banyak pengungsi tidak dapat memperbaharui izin tinggal mereka. Dengan demikian, mereka hidup di Lebanon secara ilegal. Hal itu membuat mereka enggan untuk melaporkan pelanggaran serta eksploitasi yang dialami.

"Alih-alih berkontribusi terhadap iklim ketakutan dan intimidasi, pihak berwenang Libanon harus segera mengubah kebijakan mereka untuk memastikan pengungsi perempuan dilindungi," tegas Ramsay. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA