"Kami akan berada di dalam politik tanpa senjata," kata pimpinan FARC Rodrigo Londono pada Minggu (31/1).
"Kami akan memasuki skenario politik di mana ia akan menjadi dasar untuk menyatukan sejumlah pasukan untuk menjamin kesepakatan yang terpenuhi," sambungnya seperti dimuat
Reuters.
Untuk diketahui bahwa Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia dan FARC telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Presiden Juan Manuel Santos sejak akhir 2012 lalu untuk mengakhiri perang selama lima dekade.
Pembicaraan yang dilakukan secara berkelanjutan di Kuba itu akhirnya mencapai kesepakatan dengan penawaran pada reformasi tanah, mengakhiri perdagangan narkoba ilegal, partisipasi gerilya dalam politik, keadilan transisional, upaya untuk menemukan orang hilang dan menghapus ranjau darat.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: