Bawa Misi Ekonomi, Presiden Perancis Mulai Kunjungan Ke India

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 24 Januari 2016, 16:20 WIB
Bawa Misi Ekonomi, Presiden Perancis Mulai Kunjungan Ke India
francois hollande/net
rmol news logo Presiden Perancis Francois Hollande memulai kunjungan resminya selama tiga hari ke India hari ini (Minggu, 24/1).

Hollande tiba kota Chandigarh India di mana ia bergabung dengan acara resmi oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.

Chandigarh sendiri merupakan satu dari tiga kota yang dirancang pada tahun 1950 oleh arsitektur Swiss-Perancis Le Corbusier sebagai "smart cities". Kota pintar yang dimaksud adalah kota dengan persediaan air bersih, pembuangan limbah yang efisien serta transportasi umum yang efektif.

Di Chandigarh, Hollande dan pemimpin bisnis Perancis akan bertemu dengan rekan-rekan India untuk meningkatkan perdagangan bilateral, yang pada tahun 2014 mencapai 8,6 miliar dolar AS.

Dalam kunjungan tersebut, Hollande membawa serta delegasi pejabat tinggi, termasuk Menteri Pertahanan, urusan luar negeri, ekonomi dan budaya dan puluhan pemimpin perusahaan Perancis.

Sebelum bertolak ke India, dalam sebuah wawancara, Hollande menebut bahwa untuk membentuk kesepakatan lebih lanjut dengan India mungkin akan memerlukan waktu lebih lama.

"Menyepakati teknis dari pengaturan ini jelas membutuhkan waktu, tapi kami berada di jalur yang benar," kata Hollande seperti dimuat ABC News.

Perancis juga sebelumnya telah menjanjikan dukungan untuk pencarian energi bersih India, termasuk aliansi energi surya yang diluncurkan bulan lalu selama pembicaraan iklim global yang diselenggarakan di Paris.

"Hubungan bilateral kami dengan Perancis sangat komprehensif. Ini mencakup sejumlah sektor seperti pertahanan, kerjasama nuklir sipil, kereta api, kota pintar, ilmu pengetahuan dan penelitian, ruang dan budaya. Dalam semua bidang ini kita mengharapkan beberapa kemajuan ke depan selama kunjungan presiden Perancis," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India Vikas Swarup pekan lalu. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA