Taliban Afghanistan diketahui semakin gencar melancarkan serangan di negara tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu semakin mempersulit proses untuk pengembalian proses pembicaraan damai dan negosiasi.
Namun dikabarkan Reuters (Sabtu, 23/1), Taliban menegaskan bahwa pihaknya akan mau kembali berpartisipasi dalam pembicaraan damai dan negosiasi bila Dewan Keamanan PBB menghapus resolusi soal pembekuan set dan pembatasan perjalanan bagi sejumlah tokoh senior Taliban.
"Kami menyampaikan untuk pertama-tama menghapus kita dari daftar hitam PBB dan memungkinkan kita untuk bebas bepergian di seluruh dunia dan kemudian kita dapat berpikir tentang mengadakan pembicaraan perdamaian," kata salah seorang anggota Taliban.
Diketahui bahwa pembicaraan damai resmi pertama antara Afghanistan dan Taliban dilakukan pada Juli 2015 lalu di Pakistan. Namun pembicaraan damai putara kedua dibatalkan setelah diketahui bahwa pemimpin Taliban Mullah Mohammad Mullah, yang menjadi sanksi pembicaraan, telah meninggal.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: