Begitu kata penasihat hubungan luar negeri bagi Perdana Menteri Pakistan Sartaj Aziz pada Senin (18/1).
"Amerika Serikat menciptakan 'pejuang suci' di daerah-daerah suku kami selama konflik di Afghanistan dan kemudian meninggalkan mereka saatperang usai, faktor ini berkontribusi pada ketidakstabilan di Pakistan selama beberapa dekade," kata Aziz.
Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2013 lalu, Pakistan telah berupaya melakukan kebijakan non-intervensi dan tidak ikut ambil bagian dalam perang di negara lain.
"Kami telah memutuskan bahwa kami tidak akan menikmati pertempuran perang negara lain sekarang, dan kebijakan ini sedang dikejar dengan penuh semangat oleh pemerintah," tegasnya.
Pernyataan itu dikeluarkan Aziz sebagai respon atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang menyebut bahwa ketidakstabilan akan tetap berlanjut selama dekade ke depan di banyak bagian di dunia.
"Di Timur Tengah, di Afghanistan dan Pakistan, di bagian di Amerika Tengah, Afrika dan Asia," kata Obama beberapa waktu lalu.
Obama juga mengidentifikasi hubungan antara militansi dan ketidakstabilan dan memperingatkan bahwa beberapa daerah yang tidak stabil mungkin menjadi surga yang aman bagi teroris.
Aziz menyebut bahwa prediksi Obama jauh dari realitas di bawah.
"Pakistan juga telah mengambil sikap tegas terhadap terorisme," tegasnya seperti dimuat
AsiaOne.
[mel]
BERITA TERKAIT: