Putin: Reformasi Konstitusi, Langkah Awal Perdamaian Suriah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 12 Januari 2016, 11:29 WIB
Putin: Reformasi Konstitusi, Langkah Awal Perdamaian Suriah
vladimir putin/net
rmol news logo Langkah pertama yang harus dilakukan Suriah untuk mengakhiri konflik sipil yang saat ini masih terjadi adalah membentuk konstitusi baru.

Begitu kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman Bild.

"Saya yakin perlu maju untuk membentuk reformasi konstitusional (di Suriah). Ini adalah proses yang rumit, tentu saja. Dan setelah itu, dengan ada konstitusi baru, Suriah bisa menggelar pemilihan awal parlemen dan presiden," kata Putin seperti dikutip Reuters.

Kendati demikian, Putin mengakui bahwa proses tersebut tidaklah mudah. Terlebih lagi situasi diperburuk dengan ketegangan tensi antara Arab Saudi dan Iran saat ini.

"Jika partisipasi kami yang diperlukan, kami akan siap untuk melakukan segala sesuatu untuk konflik agar bisa diselesaikan sesegera mungkin," katanya.

Putin juga menegaskan bahwa misi bantuan militer yang dikerahkan ke Suriah berkonsentrasi untuk melawan kelompok militan ISIS.

"Anda berbicara tentang Assad sebagai sekutu kita. Apakah Anda tahu bahwa kita mendukung tindakan oposisi bersenjata memerangi Negara Islam? Kami berkoordinasi untuk melakukan aksi bersama dengan mereka dan mendukung operasi ofensif mereka," kata Putin.

"Saya berbicara tentang ratusan, ribuan orang bersenjata, yang memerangi ISIS," tegasnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA