Dosa Masa Lalu, Belasan Mantan Pejabat Guatemala Dibui

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 07 Januari 2016, 12:02 WIB
Dosa Masa Lalu, Belasan Mantan Pejabat Guatemala Dibui
Francisco Luis Gordillo, salah satu mantan pejabat militer guatemala yang dibui/net
rmol news logo Kantor kejaksaan Guatemala mengumumkan penangkapan 14 orang mantan pejabat militer dan pemerintah atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang sipil Guatemala.

Di antara mereka yang ditangkap ada seorang mantan komandan tentara yang dikaitkan dengan dengan pendiri kelompok paramiliter selama konflik tahun 1960-1996 lalu, Benedicto Lucas Garcia. Ia juga merupakan saudara dari mendiang presiden Fernando Romeo Lucas Garcia, yang memerintah Guatemala dengan tangan besi tahun 1978-1982.

Selain itu juga, seperti dikabarkan The Guardian (Kamis, 7/1), ditahan seorang pensiunan jenderal Francisco Luis Gordillo, yang membantu membawa mantan diktator Efrain Rios Montt Jose ke tampuk kekuasaan tahun 1982-1983, dan Byron Barrientos yang merupakan menteri dalam negeri selama tahun 2000-2004.

Para tersangka menghadapi tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan yang melibatkan pembantaian dan hilangnya orang oleh pasukan keamanan di bawah komando mereka. Belasan bekas orang berkuasa itu diperintahkan untuk ditahan di sebuah pangkalan penjara militer menjelang sidang pengadilan esok (Jumat, 8/1).

"Kasus-kasus yang telah kami dokumentasikan adalah (serangan) terhadap penduduk sipil non-kombatan termasuk anak-anak," kata Jaksa Agung Thelma Aldana.

Ia menggambarkan bahwa para tersangka yang ditangkap merupakan kalangan yang melakukan penghilangan paksa di kawasan Amerika Latin.

Diketahui perang sipil Guatemala berakhir dengan kesepakatan damai pada tahun 1996. Setelah itu, pasukan keamanan pemerintah dituding melakukan kejahatan selama perang dan disalahkan atas sebagian besar dari 245.000 pembunuhan dan penculikan selama konflik 36 tahun itu. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA