Gugatan tersebut dilayangkan oleh Departemen Kehakiman di pengadilan federal di Detroit pada Senin (4/1). Gugatan tersebut mengklaim bahwa Volkswagen melanggar aturan Clean Air Act dengan memasang software tersebut di hampir 600.000 kendaraan diesel di Amerika Serikat.
Gugatan itu dilayangkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat. Mereka menuntut Volkswagen membayar kerugian 30.000 dolar AS per kendaraan.
Skandal emisi Volkswagen itu sendiri diungkap oleh regulator pada bulan September lalu. Pada saat itu Volkswagen mengakui bahwa telah memasang perangkat lunak yang dirancang untuk mengelabui regulator agar yakin bahwa mobil tersebut menghasilkan jumlah emisi rendah saat menjalani tes resmi.
"Dengan pengajuan hari ini, kami mengambil langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan berusaha meminta pertanggungjawaban Volkswagen untuk polusi udara yang melanggar hukum," kata asisten administrator untuk kantor EPA Cynthia Giles seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: