
Angka kematian akibat kekerasan yang terjadi di El Salvador melonjak hingga 70 persen pada tahun 2015 lalu. Dengan demikian, tahun 2015 lalu merupakan tahun yang paling berdarah sejah perang saudara di negara tersebut.
Menurut data yang dirilis oleh pemerintah El Salvador pada Senin (3/1), setidaknya 6.657 orang tewas dalam kekerasan tahun 2015 lalu. Peningkatan tersebut utamaya disebabkan oleh meningkatnya angka pembunuhan massal serta kekerasan antar anggota geng dan polisi di negara Amerika Tengah itu.
Rata-rata, tingkat pembunuhan secara keseluruhan naik menjadi 104 per 100.000 orang. Bahkan El Salvador mendahului Venezuela dengan tingkat pembunuhan 90 per 100.000.
Sementara itu sepanjang tahun 2015 lalu, Agustus merupakan bulan yang dinilai paling kejam karena ada lebih dari 900 kasus pembunuhan terjadi di El Salvador pada bulan tersebut.
Catatan pembunuhan tahun lalu, dikabarkan
The Guardian, merupakan yang tertinggi sejak tahun 1983 lalu yang merupakan tahun berdarah karena ada puncak perang saudara 12 tahun.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: