Menurut kabar yang dihembuskan
Wall Street Journal, melalui badan mata-matanya National Security Agency (NSA), Amerika Serikat memata-matai percakapan telepon antar para pejabat tinggi Israel, kongres Amerika Serikat serta kelompok Amerika-Yahudi.
The Guardian (Rabu, 30/12) mengabarkan bahwa Gedung Putih tidak mengkonfirmasi ataupun membantah laporan tersebut.
Gedung Putih tidak mengkonfirmasi atau membantah laporan itu. Ned Harga, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, mengatakan pada hari Rabu:
"Kami tidak akan mengomentari setiap dugaan kegiatan intelijen tertentu. Dan seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kami tidak melakukan kegiatan pengawasan intelijen asing kecuali ada tujuan keamanan nasional tertentu dan divalidasi. Hal ini berlaku untuk warga biasa dan pemimpin dunia," kata juru bicara National Security Council Ned Price.
[mel]
BERITA TERKAIT: