Banjir tersebut terjadi menyusul hujan besar yang turun akibat fenomena El Nino.
"Banjir secara langsung dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang telah meningkatkan frekuensi dan intensitas hujan," kata Kantor Darurat Nasional pada Sabtu (26/12).
Sebelumnya, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memang telah mengingatkan bahwa tahun ini fenomena El Nino merupakan yang terburuk dalam 15 tahun terakhir dan memicu dampak ekstrim efek global.
"Kekeringan parah dan banjir yang menghancurkan dialami seluruh zona daerah tropis dan sub-tropis yang menanggung fenomena El Nino ini," kata kepala WMO Michel Jarraud dalam sebuah pernyataan.
Negara yang terkena dampak terburuk dari banjir di wilayah perbatasan adalah Paraguay. Sekitar 90 ribu orang di sekitar ibu kota Asuncion telah dievakuasi akibat banjir.
Reuters mengabarkan, pemerintah Paraguay menyatakan keadaan darurat di Asuncion dan tujuh wilayah lainnya untuk menghindari lebih banyak korban.
Sementara itu di Argentina, sekitar 20 ribu orang juga terpaksa mengungsi akibat banjir.
"Kami akan memiliki masa yang sedikit rumit, konsekuensinya akan serius," kata Gubernur wilayah Corrientes Argentina, Ricardo Colombi.
Sedangkan di Uruguay, jumlah warga yang dievakausi mencapai 9.000 ribu jiwa. Dikabarkan bahwa sebanyak empat orang tewas akibat banjir tersebu di Argentina dan Uruguay. Satu orang tewas akibat tenggelam, sedangkan tiga lainnya tenggelam karena tersengat listrik.
Di Brasil, negara bagian Rio Grande do Sul terkena dampak banjir tersebut. Sekitar 1.795 orang kehilangan tempat tinggal. Presiden Brasil Dilma Rousseff juga terbang di atas daerah banjir di perbatasan untuk memantau kondisi akhir pekan ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: