Termasuk dalam perjanjian tersebut, kedua belah pihak akan membuat pengadilan khusus untuk menyelidiki kasus kematian korban konflik serta mengadili mantan kombatan segera setelah perjanjian damai ditandatangani.
Diperkirakan, ada sekitar 220 orang tewas sejak konflik terjadi. Dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, sebanyak 60 korban terlah diterbangkan ke Havana, Kuba untuk memberikan kesaksian.
Pemerintah Kolombia dan kelompok FARC menyepakati batas waktu 23 Maret 2016 untuk mencapai kesepakatan perdamaian akhir.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dalam akun twitternya menyebut bahwa tidak pernah sebelumnya kedua belah pihak semakin dekat dengan kesepakatan akhir seperti yang saat ini terjadi.
Dengan kesepakatan baru itu, seperti dimuat
BBC, saat ini kedua belah pihak telah menemukan kesepakatan dalam empat isu krusial, yakni hak-hak korban, hak lahan, partisipasi politik bagi pemberontak, serta masalah perdagangan obat terlarang.
[mel]
BERITA TERKAIT: