Selangkah ke Perdamaian Akhir, Kolombia dan FARC Satu Suara Soal Reparasi Korban

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 16 Desember 2015, 10:53 WIB
Selangkah ke Perdamaian Akhir, Kolombia dan FARC Satu Suara Soal Reparasi Korban
kesepakatan antara pihak pemerintah kolombia dan kelompok pemberontak/net
rmol news logo Pemerintah Kolombia menandatangani perjanjian dengan kelompok pemberontak FARC terkait reparasi korban konflik bersenjata yang terjadi antara kedua belah pihak sejak lima dekade lalu (Selasa, 15/12).

Termasuk dalam perjanjian tersebut, kedua belah pihak akan membuat pengadilan khusus untuk menyelidiki kasus kematian korban konflik serta mengadili mantan kombatan segera setelah perjanjian damai ditandatangani.

Diperkirakan, ada sekitar 220 orang tewas sejak konflik terjadi. Dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, sebanyak 60 korban terlah diterbangkan ke Havana, Kuba untuk memberikan kesaksian.

Pemerintah Kolombia dan kelompok FARC menyepakati batas waktu 23 Maret 2016 untuk mencapai kesepakatan perdamaian akhir.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dalam akun twitternya menyebut bahwa tidak pernah sebelumnya kedua belah pihak semakin dekat dengan kesepakatan akhir seperti yang saat ini terjadi.

Dengan kesepakatan baru itu, seperti dimuat BBC, saat ini kedua belah pihak telah menemukan kesepakatan dalam empat isu krusial, yakni hak-hak korban, hak lahan, partisipasi politik bagi pemberontak, serta masalah perdagangan obat terlarang. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA