Biro cuaca setempat menyebut bahwa topan tersebut dikenal dengan sebutan topan Melor atau dalam bahasa lokal disebut topan Nona. Topan itu menghantam wilayah pesisir timur Filipina di sekitar 205 km sebelah timur dari pulau Samar dengan kecepatan angin hingga 150 kilometer per jam di pusatnya. Topan tersebut membawa
serta hujan deras yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor.
Topan Melor diprediksi akan tiba di provinsi Sorsogon Filipina pada Senin malam ini. Untuk menghindari kerusakan dan jatuhnya korban jiwa, otoritas setempat menutup sementara sekolah serta perkantoran di provinsi tersebut dan sejumlah wilayah lainnya di Filipina. Selain itu proses evakuasi pun mulai dilakukan.
"Melor merupakan topan yang sangat padat, sehingga upaya ini dilakukan untuk mencegah dampak paling dahsyat," kata ahli meteorologi AccuWeather Adam Douty seperti dimuat
AsiaOne.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: