"Tes laboratorium menemukan bahwa kematian disebabkan oleh tingkat mentanol yang tinggi dalam anggur tersebut," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Kamboja Ly Sovann seperti dimuat
AFP.
Pemerintah Kamboja sebelumnya telah memerintahkan semua bir lokal dan penjual anggur beras lokal untuk berhenti diperjual-belikan setelah 19 orang sakit akibat keracunan November lalu.
Dalam tes yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan menemukan bahwa beberapa anggur yang ditemukan dalam lima insiden keracunan mengandung hingga 12 persen metanol. Padahal tingkat yang normal adalah 0,15 persen.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: