Menurut kabar yang dilansir harian bisnis Nikkei seperti dimuat Reuters (Selasa, 7/12), Jepang menawarkan lebih d ari 1 triliyun yen atau setara dengan 11,4 miliar dolar AS dalam bentuk pinjaman untuk membangun kereta cepat di India.
Rencananya, Jepang akan menilai kelayakan pembangunan jalur kereta cepat sepanjang 505 kilometer yang menghubungkan Mumbai dengan Ahmedabad.
Pembangunan jalur kereta cepat sendiri akan dimulai pada tahun 2017 mendatang dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2023.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dijadwalkan akan berkunjung ke India pekan ini. Belum ada kepastian apakah Abe dan Perdana Menteri India Narendra Modi akan mengeluarkan pernyataan bersama terkait hal tersebut.
Jepang sendiri diketahui baru kehilangan tawaran untuk membangun kereta cepat pertama di Indonesia setelah kalah dari China.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: