
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menekankan bahwa kampanye yang tengah dilakukan NATO dan Koalisi Amerika Serikat di Suriah saat ini bukanlah perang antara Barat dan dunia Islam, melainkan melawan ekstremisme dan terorisme.
"Muslim berada di garis depan dalam perang ini. Sebagian besar korban adalah Muslim, dan kebanyakan dari mereka yang melawan IS adalah Muslim," tekan Stoltenberg seperti dimuat
Reuters, Senin (7/12).
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyebut bahwa saat ini pihaknya mengesampingkan opsi pengiriman pasukan darat untuk memerangi kelompok militan ISIS di Suriah.
"Hal itu bukanlah agenda koalisi dan NATO," sambungnya.
Menurutnya, saat ini yang penting dilakukan adalah meningkatkan kekuatan lokal untuk ikut ambil bagian dalam kampanye melawan ISIS.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: