Dikabarkan
Reuters, insiden tersebut terjadi setelah sebuah mobil sarat muatan bahan peledak diledakkan saat iring-iringan Saad melintas di distrik Tawahi, Aden untuk berangkat ke tempat kerja.
Selain Saad, sekitar enam ajudan yang ikut dalam iring-iringan juga menjadi korban tewas dan sejumlah orang di sekitar lokasi menjadi korban luka.
Tak lama setelah kejadian, dalam pernyataan yang dimuat di layanan pesan, ISIS mengklaim ledakan tersebut. ISIS pun berjanji akan melakukan serangan yang lebih besar.
Kelompok militan ISIS diketahui telah mendeklarasikan kehadirannya di Yaman pasca perang sipil, tepatnya sejak bulan November lalu. Sejak saat itu, sejumlah serangan dilancarkan ISIS di Yaman.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: