Mayoritas warga Thailand yang menyemarakkan HUT sang Raja mengenakan pakaian berwarna kuning. Warna kuning sendiri merupakan warna tradisional Thailand untuk melambangkan hari Senin yang merupakan hari lahirnya sang Raja.
Bagi warga Thailad, Raja dianggap sebagi sosok pemersatu negara serta dianggap juga sebagai ayah. Maka tak heran, sejak beberapa dekade terakhir, hari ulang tahun Raja disebut juga sebagai Hari Ayah.
Perayaan HUT Raja dilakukan dengan berbagai kegiatan. Jalan-jalan utama ibukota Bangkok dihiasi dengan lampu-lampu hias serta gambar Raja. Sejumlah orang pun melakukan aksi pawai di depan rumah sakit Siriraj di mana sang Raja tengah dirawat.
Sementara itu sejumlah warga lainnya merayakan HUT Raja dengan pergi ke kuil untuk berdoa dan bersedekah sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Raja.
Di wilayah Sangkhla Buri, Kanchanaburi, ratusan warga menyanyikan lagu khusus yang ditulis khusus dengan harapan agar sang Raja terus panjang umur dan kesehatannya segera membaik.
Di Chiang Mai, lebih dari 500 orang menyumbangkan darah di Palang Merah.
Di Rumah Sakit Umum Kepolisian, lima orang miskin diberi terapi pengganti ginjal gratis untuk menandai HUT Raja. Sedangkan di Phitsanulok, lebih dari 60 warung makanan yang disediakan makanan vegetarian gratis.
Bukan hanya itu, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha juga ikut memperingati HUT Raja dengan memimpin upacara lilin-pencahayaan di Sanam Luang pada Sabtu malam.
Tidak seperti biasanya, tahun ini Raja tidak tampil di hadapan publik untuk merayakan ulang tahunnya. Ia masih terbaring di Rumah Sakit Siriraj di mana ia dirawat akibat penyakit hidrosefalus atau penumpukan cairan cerebro-spinal yang mengelilingi otak.
[mel]
BERITA TERKAIT: