Kolombia yang telah bangkit dan berkembang dari masalah kekerasan dan kejahatan kartel narkoba di masa lalu ternyata memiliki masyarakat yang melestarikan budaya "ramah". Budaya ramah tersebut tercermin dari tindakan dan kebiasaan masyarakat Kolombia dalam kehidupan sehari-hari.
"Setiap bertemu atau mengucapkan selamat tinggal kepada teman atau keluarga, kita (warga Kolombia) bisa menyapa dengan cara memeluk dan mencium pipi kanan sambil bertanya kabar," kata mahasiswa Universitas Nasional Kolombia, Joam David dalam perbincangan santai dengan RMOL di Bogota pada Sabtu (5/9).
Menurutnya, tidak ada yang aneh dengan kebiasaan peluk-cium semacam itu. Joam mengatakan bahwa ia bisa melakukannya dengan teman atau keluarga, baik perempuan maupun laki-laki.
"Gestur semacam itu bisa dikatakkan sebagai bagian dari sopan-santun dan moral orang Kolombia. Di keluarga, kebiasaan seperti itu menunjukkan rasa penerimaan, percaya diri, cinta, kasih sayang, dan juga kepercayaan," jelasnya.
"Sementara di kalangan teman, gestur tersebut merupakan cara kita untuk membuat orang lain merasa disambut, menunjukkan niat baik, menanamkan kepercayaan, dan menunjukkan bahwa kita tidak membahayakan," sambung Joam.
Hal senada juga dituturkan mahahiswi lainnya dari Universitas Externado, Juanita Riveros.
"Terkadang, kata-kata tidak cukup untuk menunjukkan bagaimana perasaanmu. Jadi, saya dan masyarakat Kolombia pada umumnya lebih nyaman menunjukkan perasaan kita dengan bahasa tubuh, seperti memeluk dan mencium," jelas Juanita.
Menurutnya, justru terasa aneh bila bertemu dengan teman dan keluarga tapi tidak menyapanya dengan memeluk dan mencium pipinya.
"Hal itu akan membuat mereka mengira bahwa kita sedang marah atau tidak mengharapkan kedatangannya," sambungnya.
Masyarakat Kolombia sendiri pada umumnya sangat menghargai pertemanan. Menurut mahasiswi lainnya, Valeria. Menurutnya, tegur-sapa yang dilakukan oleh masyarakat Kolombia dengan cara memeluk dan mencium merupakan cara untuk menjaga pertemanan.
"Biasanya, untuk bisa menjadi teman, kamu memerlukan waktu lama untuk berinteraksi. Tapi yang menarik di Kolombia, kamu cukup berbicara dengan ramah selama lima menit dengan orang lain, maka sekita kamu akan menjadi teman. Jadi ketika hendak berpamitan, kamu akan otomatis memeluk dan menciumnya. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya orang tersebut bagi hidupmu," jelas Vale.
"Kamu akan sangat terbiasa disapa orang yang belum kamu kenal saat berjalan. Mereka biasa menyapa kamu dengan ucapan selamat pagi, selamat, siang, atau selamat malam," sambungnya.
Menurutnya, warga Kolombia sangat menjunjung tinggi kebebasan berekespresi, termasuk dalam mengekspresikan kasih sayang di depan publik. Karena itu, kata Vale, tidak ada yang salah dengan menunjukkan kasih sayang. Termasuk dalam cara menyapa teman dan keluarga seperti itu.
"Bahkan kami sangat terbiasa menunjukkan rasa kasih sayang di depan umum. Karena itu tidak heran bila sering dijumpai pasangan kekasih tengah bermesraan, berpelukan, berciuman atau berpangku di tempat umum, seperti di jalan, di sekolah, di universitas, di stasiun atau di dalam kendaraan umum," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: