Pembunuhan umur 81 tahun Khaled Asaad ini adalah kekejaman terbaru yang dilakukan oleh kelompok militan. Khaled Asaad sebagai Kepala Urusan Benda Antik telah menghabiskan lebih dari 50 tahun bekerja di kawasan Palmyra.
"Bayangkan saja seorang sarjana yang memberikan layanan yang mengesankan seperti soal tempat bersejarah, dipenggal dan jasadnya masih digantung di salah satu lokasi di alun-alun Palmyra," ujar Abdulkarim seperti dilansir
The Guardian, Rabu (19/8).
"Kehadiran kelompok tersebut di kota ini adalah kutukan dan pertanda buruk bagi (Palmyra) dan setiap sudut serta setiap bagian arkeologi di dalamnya," lanjutnya.
Menurut Abdulkarim, Asaad dikenal denga beberapa karya ilmiahnya yang diterbitkan dalam jurnal arkeologi internasional di Palmyra. Dimana pada zaman kuno, kota ini dikenal sebagai pusat perdagangan yang penting di sepanjang jalan sutra. Dia juga bekerja selama beberapa dekade dengan AS, Perancis, Jerman dan Swiss.
Kantor berita Sana mengatakan dia telah menemukan beberapa kuburan kuno, gua dan Pemakaman Bizantium di Taman Museum Palmyra.
"Al-Asaad adalah sebuah harta untuk Suriah dan dunia," kata menantunya, Khalil Hariri, kepada
Associated Press. "Mengapa mereka membunuh dia?" tukasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: