"Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kawasan Asia-Pasifik tidak hanya menjadi ‘rumah’ dari negara-negara penyumbang personil terbesar pada pasukan pemeliharaan perdamaian PBB, melainkan juga negara-negara yang berpotensi menjadi kontributor besar," kata Retno saat membuka The Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping di Hotel Fairmont, Jakarta.
Pertemuan yang mengangat tema "Complex Peacekeeping Strategies: Enhancing Capabilities and Responses of the UN Peacekeeping Operations" kata Retno mengirimkan pesan penting, yaitu bahwa negara-negara di kawasan Asia-Pasifik memiliki komitmen kuat untuk berperan serta dan berkontribusi dalam kemitraan global guna memperkuat upaya pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertemuan serupa mengenai pemeliharaan perdamaian di kawasan lain (Eropa, Amerika, dan Afrika).
Sementara itu, UN Under-Secretary-General for Field Support, Atul Khare, memuji peran dan kepemimpinan Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.
"Dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah meningkatkan kontribusi personel pemelihara perdamaiannya sebesar 1000 persen, dari 212 personil pada tahun 2005 menjadi lebih dari 2700 personel pada tahun ini," ujar Khare seperti rilis yang diterima redaksi (Selasa, 28/7).
Khare juga menggarisbawahi apresiasinya atas rencana Indonesia untuk mengirimkan satgas helikopter ke MINUSMA, Mali, pada tahun ini, mengingat PBB sangat memerlukan helikopter sebagai aset penting di berbagai misi pemeliharaan perdamaian PBB.
[mel]
BERITA TERKAIT: