Menjelang 21 tahun wafatnya Kim Il-sung pada 8 juli mendatang, warga Korea Utara dan bangsa lain di dunia menoleh ke belakang untuk melihat apa saja jejak sejarah yang telah diperjuangkan oleh Kim Il Sung.
Kim Il Sung lahir pada tahun 1912 di tengah keluarga petani miskin di Korea semasa pendudukan militer Jepang (1905-1945). Masa kecil yang terjajah membuat sosok Kim tumbuh dengan tekad untuk menyelamatkan nasib negara dan masyarakat Korea lainnya. Ia pun mulai perjuangan revolusionernya sejak remaja.
Ia memiliki peran besar dalam mengorganisir perjuangan bersenjata anti-Jepang selama 15 tahun sebelum akhirnya mencapai pembebasan Korea pada akhir Perang Dunia II, tepatnya pada tanggal 15 Agustus 1945. Pasca pembebasan Korea, Kim Il Sung kemudian mendirikan Partai Pekerja Korea, tepatnya pada 10 Oktober 1945.
Pada 9 September 1948, Kim Il Sung pun kemudian mendirikan negara di tanah perjuangannya, yakni Republik Rakyat Demokratik Korea atau yang lebih dikenal dengan nama Korea Utara.
Namun perjuangannya tak berhenti sampai di situ. Pasca kemerdekaan, kepemimpinan Kim Il Sung diuji saat harus memimpin Perang Korea yang terjadi pada tahun 1950-1953. Dalam perang yang berujung dengan perjanjian gencatan senjata itu, Kim Il Sung dinilai berhasil mempertahankan kedaulatan dan martabat negara dari pasukan sekutu.
Pasca perang, Kim harus dihadapi dengan tantangan melakukan rehabilitasi serta pembangunan negara. Ia dinilai berhasil dalam upayanya melakukan revolusi sosialis dan pembangunan sosialisme dalam beberapa tahapan, serta membangun Korea Utara sebagai negara yang memusatkan kekuatan sosialis, menerapkan kebebasan berpolitik, mandiri dalam bidang ekonomi dan pertahanan nasional.
Di tengah perjuangannya membangun negara sosialis, Kim Il Sung mencetuskan dua gagasan besar yang hingga saat ini masih diterapkan di Korea Utara, yakni
Juche dan
Songun.
Juche merupakan ideologi resmi Korea Utara yang mengandung prinsip bahwa manusia menguasai segala sesuatu dan memutuskan segala sesuatu. Sedangkan
Songun merupakan gagasan yang mengedepankan kekuatan militer dalam kehidupan negara, termasuk dalam sektor politik dan ekonomi.
Kim Il Sung, bagi warga Korea Utara juga dikenang sebagai sosok pemimpin yang memndorong kemerdekaan bangsa lain di dunia. Ia mengusung slogan "Masyarakat dunia yang menganjurkan kemerdekaan, bersatu!".
Kim Il Sung memberikan kesan tersendiri bagi sejumlah tokoh dunia yang pernah ditemuinya. Penulis Jerman Luiser Rinzer menilai bahwa Kim merupakan sosok manusia berhati dewa. Sementara itu mantan Presiden Amerika Serikat Jim Carter bahkan menyebut bahwa Kim Il Sung merupakan sosok yang lebih hebat dari George Washington, Thomas Jefferson dan Abraham Lincoln.
Warisan Kim Il Sung, baik berupa ideologi maupun pembangunan, bagi warga Korea Utara, dinilai sukses membawa keutuhan negara hingga saat ini. Terutama dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir saat sosialisme Korea Utara dihadapkan pada situasi terburuk dengan hilangkan kepemimpinan nasional pasca kematian pemimpinnya, runtuhnya sosialisme di beberapa negara, serangan imprealis sekutu anti-Korea Utara, dan bencana alam yang terjadi.
Di tengah tantangan tersebut, Korea Utara tetap bisa bertahan dan bahkan terus berkembang. Hal itu terlihat dalam peningkatan produksi satelit, peluncur serta kekuatan nuklirnya.
Karena semua torehan perjuangannya itu, maka tak heran bila Kim Il Sung dikenang sebagai sosok Presiden Abadi di hati rakyat Korea Utara.
Setiap tahunnya, hari kelahiran Kim Il Sung di bulan April selalu dirayakan dengan festival seni persahabatan. Dengan cara tersebut, rakyat Korea Utara bisa memperkenalkan dan menyebarkan semangat perjuangan sang Presiden Abadi mereka.
[mel]
BERITA TERKAIT: