Gara-gara Bom Bunuh Diri, Chad Larang Penggunaan Burqa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 18 Juni 2015, 11:56 WIB
Gara-gara Bom Bunuh Diri, Chad Larang Penggunaan Burqa
burqa/net
rmol news logo Chad menetapkan larangan penggunaan hijab lebar yang menutupi wajah atau dikenal dengan sebutan burqa pada Rabu (17/6). Larangan itu diterapkan menyusul dua kasus bom bunuh diri yang terjadi awal pekan ini.

Perlu diketahui, serangan bom bunuh diri itu terjadi pada Senin (15/6). Serangan tersebut melibatkan penyerang yang mengenakan burqa hingga menutupi wajah kecuali mata. Mereka berada di sepeda motor ketika tiba-tiba saja meledakkan diri di luar dua bangunan polisi di ibukota N'Djamena.

Hal itulah yang membuat Perdana Menteri Kalzeube Pahimi Deubet membuat keputusan tersebut. Ia menilai, hijab disalahgunakan sebagai kamuflase oleh militan untuk melakukan serangan

BBC
memuat, Deubet juga menekankan bahwa aturan tersebut melarang setiap pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali bagian mata. Aturan itu pun diterapkan di seluruh tempat di Chad dan bukan hanya di tempat publik.

Pemerintah Chad sendiri menuding, aksi bom bunuh diri itu didalangi oleh kelompok militan Boko Haram yang berbasis di Nigeria. Namun belum ada klaim apapun dari Boko Haram terkait dengan serangan tersebut. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA