Menurut keterangan dari kantor Presiden Belarusia Alexander Lukashenko untuk urusan pers, Polonez yang merupakan sistem peluncur multiple roket atau Multiple Launch Rocket System (MLRS) telah lulus tes di Tiongkok.
Sistem peluncur itu pertama kali ditampikan ke hadapan publik pada parade Hari Kemenangan Negara 9 Mei lalu di ibukota Belarusia, Minsk. Sistem roket tersebut menjanjikan jarak luncur hingga 200 kilometer. Sistem tersebut mirip dengan Norinco AR3 MLRS Tiongkok yang diresmikan tahun 2011 lalu.
Dalam sebuah pernyataan, Lukashenko secara implisit menyatakan ketidakpuasannya atas cara Rusia dalam kerjasama terkait sistem pertahanan.
"Sekutu kami Rusia tidak begitu aktif dalam mendukung aspirasi kami. Kami akan membicarakan hal ini secara terpisah dengan presiden Rusia, namun berkat Tiongkok dan kepemimpinnya untuk mendukung hal ini," ujarnya seperti dimuat
Press TV.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: