Langkah itu diambil untuk kembali menarik wisatawan agar mau datang ke Nepal. Pasalnya, diketahui bahwa sebagian perekonomian Nepal bertumpu pada sektor pariwisata.
Namun demikian UNESCO mengaku khawatir atas renca dibukanya kembali situs tersebut, terutama terkait keamanan wisatawan.
Sebelumnya, seperti dimuat
BBC (Senin, 15/6), tak lama setelah gempa terjadi, Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova menyebut, kerusakan di Kathmandu sebagai hal yang luas dan tidak dapat diubah. Kemudian pada 11 tahun lalu, UNESCO mengeluarkan pernyataan yang meminta masyarakat untuk ekstra hati-hati di situs bersejarah, karena ada rencana untuk membuka kembali situs.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, pemerintah Nepal berencana mengerahkan tim keamanan di lokasi dan memberikan papan petunjuk tur yang akan menunjukkan rute tersebut demi meminimalisir gangguan di situs bersejarah yang rentan.
Di antara situs yang akan dibuka adalah kawasan kota tua Durbar. Kawasan tersebut tidak lepas dari kerusakan akibat diguncang gempa.
[mel]
BERITA TERKAIT: