Dalam hasil penelusurannya, Bangura menemukan sejumlah kasus di mana hak-hak perempuan dirampas denga cara yang tidak manusiawi. Ia menyebut bahwa ada kasus di mana gadis remaja yang diculik diperdagangkan di pasar budak oleh militan ISIS hanya untuk beberapa bungkus rokok atau beberapa ribu dolar.
"Ini adalah perang yang sedang berjuang di tubuh perempuan," kata Bangura seperti dimuat
Press TV (Selasa, 9/6).
Fakta itu dia temukan saat berkunjung ke Irak dan Suriah serta ke negara tetangga lainnya di mana pengungsi Suriah ditampung seperti Turki, Libanon, dan Yordania.
Ia menekankan bahwa ISIS tak jarang menculik wanita dan anak perempuan ketika menduduki wilayah yang baru. Dengan demikian, ISIS seolah tidak kekurangan "stok" perempuan untuk diperdagangkan.
Kata Bangura, penculikan perempuan warga sipil perempuan telah menjadi aspek kunci dari strategi ISIS untuk merekrut elemen militan asing.
"Ini adalah bagaimana mereka menarik pemuda-pemuda, mereka memiliki wanita-wanita untuk mereka, perawan yang bisa dinikahi," tandasnya..
[mel]
BERITA TERKAIT: