Dalam salinan aturan terbaru yang disebut-sebut dikeluarkan oleh ISIS baru-baru ini menunjukkan bahwa kelompok militan yang baru menduduki Ramadi pada 17 Mei lalu itu memperbolehkan toko-toko grosir untuk menjual sisa stok makanan yang ada. Namun toko grosir dilarang untuk mengisi pasukan baru dari Iran.
Perlu diketahui bahwa sebagian besar bahanan makanan, buah-buahan, peralatan rumah tangga atau kebutuhan pokok, bahkan bahan bagunan di Irak berasal dari Iran.
Press TV pada Senin (8/6) mengabarkan bahwa hubungan ekonomi antara Irak dan Iran semakin erat sejak fenomena kemunculan ISIS. Iran menggeser posisi Turki sebagai mitra dagang terbesar Irak.
Irak berpaling dari bisnis dengan Turki setelah klaim bahwa ISIS di Mosul telah menjual minyak mentah ke pedagang Turki dengan harga yang sangat rendah. Turki sendiri telah membantah tuduhan tersebut.
Perkembangan tersebut telah memaksa Irak untuk beralih ke Iran sebagai tetangga yang paling dapat diandalkan.
Menurut angka resmi, perdagangan bilateral tahunan kedua negara yang sebelumnya adalah 12 miliar dolar AS akan meningkat menjadi 25 miliar dolar AS.
[mel]
BERITA TERKAIT: