Penetapan itu dilakukan untuk membuktikan bahwa pemerintahnya berkomitmen untuk menanggulangi perdagangan manusia.
Thailand sendiri telah dituduh oleh kelompok hak asasi manusia atas sikap tidak pedulinya atas masalah perdagangan manusia.
"Pemerintah menunjukkan niat yang jelas untuk serius dan efisien memerangi dan mengatasi masalah perdagangan manusia," kata Prayuth Chan-ocha pada Jumat (5/6).
Prayuth menegaskan bahwa masalah perdagangan manusia tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Ia menyebut bahwa akar masalah perdagangan manusia berasal dari kemiskinan da ketidaksetaraan.
"Ini adalah masalah yang kompleks yang telah terakumulasi selama jangka waktu yang panjang," tandasnya seperti dimuat
Channel News Asia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: