"Setiap peluncuran satelit yang menggunakan teknologi rudal balistik akan menjadi pelanggaran terhadap beberapa resolusi Dewan Keamanan yang membutuhkan Korea Utara untuk menghentikan semua kegiatan yang berkaitan dengan program rudal balistik," kata juru bicara Depertemen Luar Negeri Amerika Serikat Marie Harf seperti dimuat
Reuters (Kamis, 4/6).
Pernyataan itu dibuat untuk menanggapi kabar terbaru yang menyebut bahwa Korea Utara saat ini tengah mengembangkan satelit ruang angkasa baru. Amerika Serikat menyebut bahwa roket Korea Utara mampu menempatkan satelit ke orbit dengan menggunakan teknologi yang hampir identik dengan rudal balistik.
Sebelumnya
Associated Press merujuk pernyataan wakil direktur departemen pengembangan badan antariksa Korea Utara Paek Chang Ho yang menyebut bahwa Korea Utara saat ini tengah dalam pengembangan satelit observasi bumi yang lebih maju.
"Saat satelit itu selesai, sebelum kami luncurkan, kami akan menginformasikan organisasi internasional dan negara-negara laninnya," ujarnya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: