"Mereka (ISIS) melakukan perkosaan, perbudakan seksual, prostitusi paksa dan tindakan-tindakan kebrutalan ekstrim lainnya," kata Perwakilan Khusus Kekerasan Seksual dalam Konflik PBB, Zainab Bangura seperti dimuat
Daily Mail (Selasa, 26/5).
"Kami mendengar satu kasus di mana seorang gadis 20 tahun dibakar hidup-hidup karena menolak untuk melakukan tindakan seksual yang ekstrim. Kami juga mempelajari banyak tindakan seksual sadis lainnya," sambungnya.
Ia menjelaskan bahwa ISIS telah menculik ratusan perempuan dari sejumlah wilayah yang diduduki. Sejumlah militan kemudian mengirimkan para perempuan perawan ke pasar budak ISIS di kota Raqqa Suriah untuk dijual sebagai objek seksual kepada penawar tertinggi.
Kabarnya, sebelum dijual, banyak dari para perempuan itu yang ditelanjangi dan dipaksa menjalani tes keperawanan. Perempuan-perempuan yang dianggap paling menawan kemudian dikirim untuk dijual dengan telanjang.
Mula-mula, perempuan-perempuan itu ditawarkan kepada pimpinan organisasi teror, disusul oleh emir, dan bila belum terjual, ditawarkan kepada para prajurit.
[mel]
BERITA TERKAIT: