Dalam sebuah pernyataan yang ditayangkan di televisi pada Minggu (12/4), Davutoglu menilai, pernyataan Paus itu sepihak dan tidak tepat.
"Kita berharap pemimpin agama menyerukan perdamaian," sebutnya seperti dimuat
Press TV. Lebih lanjut ia pun menlai bahwa sikap Paus tersebut bertentangan dengan sikapnya yang disampaikannya saat ia berkunjung ke Turki pada November lalu.
Perlu diketahui, Paus Fransiskus pada upacara keagamaan di Santo Petrus Basilika menyebut bahwa pembantaian sekitar 1.5 juta warga Armenia oleh pasukan Ottoman selama Perang Dunia I merupakan bentuk genosida pertama abad ke-20.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: