Sebelumnya diketahui, facebook dan twitter di-block di Turki setelah sebuah foto yang menunjukkan seorang jaksa ditahan dengan kepala ditodong senjata api oleh dua orang sejata. Kedua penodong itu diketahui merupakan loyalis kelompok sayap kiri yang menyandera seorang jaksa dari pengadilan Istanbul pekan lalu bernama Mehmet Selim Kiraz. Namun demikian, ketiganya tewas dalam upaya penyelamatan polisi.
Kiraz sendiri disandera karena ia melakukan investigasi pada kasus pembunuhan seorang anak laki-laki pada tahun 2013 lalu yang terjadi di tengah protes anti pemerintah.
Foto penodongan jaksa itu kemudian tersebar luas di media sosial facebook dan twitter. Menindak lanjuti hal tersebut, pemerintah Turki segera memblokir akses ke dua sosial media ternama itu. Pasalnya, penyebaran gambar tersebut dinilai sebagai bantuk propaganda anti pemerintah.
Seperti dimuat
BBC, sebelum memblokir akses ke facebook dan twitter, pemerintah Turki juga telah menyerukan kepada surat kabar setempat utuk berhenti memuat foto tersebut. Bukan hanya itu, Turki juga memblokir sekitar 166 situs yang berbagi foto tersebut.
Ini bukan kali pertama Turki memblokir akses ke sosial media. Sebelumnya, pada tahun 2014 lalu pemerintah Turki juga sempat memblokir akses ke sosial media setelah sebuah rekaman yang diduga mengungkapkan korupsi di kalangan pejabat senior tersebar.
[mel]
BERITA TERKAIT: