"Pemimpin-pemimpin Arab telah memutuskan untuk sepakat pada prinisip pasukan militer gabungan Arab," kata Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi (Minggu, 29/3).
Menurut keterangan sejumlah pejabat Mesir, pasukan gabungan itu akan terdiri dari sekitar 40 ribu pasukan elit yang dilengkapi dengan pesawat perang, kapal angkatan laut, dan light armor.
Namun sejumlah analis, seperti dimuat
BBC, menyebut bahwa tidak mungkin keseluruhan anggota Liga Arab yang berjumlah 22 negara akan bergabung dengan pasukan tersebut. Pembentukan pasukan gabungan juga diperkirakan akan memerlukan wantu beberapa bulan.
Saat ini diketahui ada 10 negara koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan serangan udara di Yaman. Serangan yang dilakukan adalah untuk mendukung Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi yang melarikan diri setelah keuntungan oleh pemberontak Syiah Houthi. Serangan itu dimaksudkan untuk memberantas para pemberontak Houthi.
[mel]
BERITA TERKAIT: