Kelompok militan Boko Haram pada awal hari pemungutan suara melancarkan sejumlah serangan terhadap para pemilih di wilayah timur Nigeria dan menewaskan tiga orang di negara bagian Yoba serta tiga orang lainnya di negara bagian Gombe.
Tak lama setelah itu, seperti dimuat
Reuters sekelompok pria bersenjata yang tidak diidentifikasi melakukan serangan lainnya dan menewaskan depan orang, termasuk calon anggota legislatif dari partai oposisi di Gombe.
Pemilihan umum yang sempat ditunda akibat masalah keamanan itu dinilai sebagai pemilu pertama di mana kandidat oposisi memiliki peluang serius untuk menyingkirkan kandidat incumbent. Kekhawatiran itu meluas dan memicu kekerasan etnis dan regional.
Dua orang tokoh utama yang bertarung memperebutkan kursi Nigeria 1 adalah incumbent Goodluck Jonathan dan mantan tokoh militer Muhammadu Buhar.
Jadwal pemilihan umum itu sendiri sempat ditunda karena kurangnya pengamanan mengingat personel keamanan fokus mengurusi kelompok militan Boko Haram. Boko Haram merupakan kelompok yang melakukan kekerasan dengan dalih untuk menghidupkan kembali kekhalifahan Islam.
Kelompok tersebut menolak keras proses demokrasi dan pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau telah mengancam akan membunuh orang-orang yang memberikan suara di pemilihan umum Nigeria.
[mel]
BERITA TERKAIT: