Di hadapan Dewan Keamanan PBB, Zerrougui menyebut bahwa praktik penculikan saat ini telah berubah menjadi taktik yang digunakan secara sistematis untuk menekan dan meneror masyarakat.
"Penculikan massal perempuan dan anak-anak menjadi taktik perang yang digunakan secara sistematis untuk meneror, menekan dan mempermalukan seluruh masyarakat," kata Zerrougui seperti dimuat
Press TV (Kamis, 26/3).
Karena itu, ia mendesak agar 15 anggota Dewan Keamanan PBB untuk memperkuat langkah demi melindungan anak-anak di dalam konflik dan menghukum kelompok-kelompok militan yang menargetkan anak-anak dengan sanksi.
Kekhawatiran itu diungkapkan di tengah laporan soal kembali adanya penculikan massal di Damasak Nigeria beberapa waktu lalu.
Sumber-sumber lokal menyebut bahwa ada sekitar 500 anak-anak berusia 11 dan lebih muda diculik oleh kelompok Boko Haram.
Tahun lalu, Boko Haram juga menculik lebih dari 200 gadis dari sekolahnya di Chibok Nigeria. Hingga saat ini, nasib mereka belum diketahui dengan pasti.
[mel]
BERITA TERKAIT: