Mantan Pengacara Dokter yang Bantu Temukan Osama Bin Laden Dibunuh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 18 Maret 2015, 10:24 WIB
Mantan Pengacara Dokter yang Bantu Temukan Osama Bin Laden Dibunuh
jasad Samiullah Afridi dibawa keluarga/net
rmol news logo Seorang mantan pengacara hukum bagi seorang dokter asal Pakistan yang pernah membantu Amerika Serikat menemukan Osama Bin Laden tewas ditebak di kota Peshawar.

Pengacara bernama Samiullah Afridi itu ditembaki orang tak dikenal ketika ia tengah berkendara menuju rumahnya pada Selasa (17/3) hingga menghembuskan nafas terakhir.

Diketahui, Samiullah pernah terlibat dalam kasus di mana ia membela seorang dokter yang membantu agen CIA dalam memburu pimpinan Al Qaeda Osama Bin Laden yang bernama Dr Shakil Afridi.

Samiullah membela dokter tersebut yang dipenjara pada tahun 2012 lalu. Dokter itu dijerat dengan hukuman 33 tahun penjara karena menjalankan kampanye vaksinasi palsu yang diyakini telah membantu badan intelijen Amerika Serikat dalam melacak bin Laden.

Bagi Amerika Serikat sendiri, Shakil Afridi merupakan pahlawan yang membantu menemukan lokasi Osama bin Laden sebelum serangan oleh pasukan khusus Amerika Serikat di Abbottabad, Pakistan pada tahun 2011.

Sementara itu Samiullah yang mewakili kasus Shakil diketahui telah berhenti mewakili dokter tersebut tahun lalu, karena banyaknya ancaman yang dilayangkan pada dirinya.

Menurut keterangan pihak kepolisian setempat, Samiullah baru saja kembali ke Pakistan dari luar negeri. Samiullah ditembak dua kali tepatnya di bagian perut dan leher.

Menyusul pembunuhan itu, dua kelompok militan di Pakistan mengklaim bertanggungjawab.

"Kami membunuhnya karena ia membela Shakil yang adalah musuh kita," kata keterangan dari Jundullah yang merupakan kelompok sempalan Taliban.

Sementara itu sebuah faksi Taliban, Tehrik-e-Taliban Pakistan Jamaatul Ahrar (TTP-JA) juga mengklaim bertanggungjawab atas penembakan itu.

"Dr Shakil Afridi telah memata-matai pemimpin tertinggi dan terhormat kita Sheikh Osama ke CIA," kata juru bicara TTP-JA Ehsanullah Ehsan.

"Samiullah Afridi telah mewakili kasusnya. Itu sebabnya kami memutuskan untuk menghilangkan dia ketika kita tidak bisa mendekati Dr Shakil," sambungnya seperti dimuat Reuters. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA